Asyiknya Belajar Buat Blog…..Melalui AA…

APLIKASI KOMPUTER

I. IDENTITAS MATA KULIAH :

MATA KULIAH      : APLIKASI KOMPUTER DAN ANALISIS DATA

KODE                   : KL.42504

SEMESTER           : V (LIMA)

BEBAN STUDI      : 2 SKS (T = 0, P = 2)

II. DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah ini membahas tentang bagian-bagian komputer, merangkai komputer, penggunaan program MS.Word (Program Olah Kata), program MS. Excel (Program Olah Angka), program MS. Powerpoint (Program Khusus Presesntase), program SPSS 15.00 windows (Program Pengolahan Data Penelitian)

III. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah akhir perkuliahan mahasiswa dapat :

1). Menjelaskan bagian-bagian komputer

2) Menunjukan bagian-bagian komputer

IV. MATERI AJAR

Klink pada link berikut : Materi Pertemuan I

http://www.ziddu.com

Hai….. Pelatihan AA bagi Dosen Politeknik Kesehatan Kupang disuruh latihan buat blog…. pake wordpress.com… Ini hanyalah ajang latihan buat blog…..

 

 

A. Tujuan Pendidikan
Tujuan insitusional pendidikan D III Kesehatan Lingkungan adalah untuk :
1. Menghasilkan tenaga kesehatan Lingkungan/sanitarian yang mampu melaksanakan kegiatan di bidang kesehatan lingkungan, serta mampu memecahkan masalah kesehatan lingkungan.
2. Mengasilkan tenaga yang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan dasar kesehatan lingkungan/sanitasi yang dapat ditingkatkan sesuai dengan perkembangan iptek.
3. Menghasilkan tenaga yang mandiri dan berjiwa wira usaha dalam bidang kesehatan lingkungan/sanitasi.
4. Menghasilkan tenaga yang mempunyai keterampilan yang dinamis dan fleksibel dalam melaksanakan upaya kesehatan lingkungan untuk mewujudkan derajad kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

B. Sasaran Pendidikan
1. Menghasilkan tenaga lulusan diploma III, setingkat ahli madya kesehatan yang terampil dan profesional di bidang kesehatan lingkungan, dengan gelar Ahli Madya Kesehatan Lingkungan.
2. Profesi Lulusan disebut : Sanitarian / Ahli Madya Kesling

C. Peran, Fungsi dan Kompetensi Lulusan
1. Peran Ahli Madya Kesehatan Lingkungan
1) Ahli Madya Kesling/ Sanitarian mempunyai 4 Peran penting sebagai berikut :
2) Pelaksana Kegiatan kesehatan Lingkungan
3) Pengelola Kesehatan Lingkungan
4) Pengajar, Pelatih, penyuluh Kesehatan Lingkungan
5) Peneliti Kesehatan Lingkungan

2. Fungsi Ahli Madya kesehatan Lingkungan
Untuk menjalankan peran tersebut Ahli Madya Kesling mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :
Peran I : Pelaksana kegiatan kesehatan Lingkungan
Fungsi :
1.1 Menentukan komponen lingkungan yang mempengaruhi kesehatan Lingkungan.
1.2 Melaksanakan Pemeriksaan dan pengukuran Komponen lingkungan secara tepat berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan.
1.3 Menginformasikan hasil pemeriksaan/pengukuran
Peran II : Pengelola Kesehatan Lingkungan
Fungsi :
2.1 Menganalisis hasil pengukuran komponen lingkungan yang mempengaruhi kesehatan Lingkungan
2.2 Merancang dan merekayasa intervensi masalah lingkungan yang mempengaruhi manusia.
2.3 Mengintervensi hasil pengukuran komponen lingkungan yang mempengaruhi kesehatan manusia.
2.4 Mengorganisir intervensi masalah komponen lingkungan.
2.5 Mengevaluasi hasil intervensi masalah komponen lingkungan
Peran III : Mengajar, Melatih, Penyuluh Kesehatan Lingkungan
Fungsi :
3.1 Menginventarisasi pengetahuan, sikap, perilaku masyarakat tentang Kesehatan Lingkungan.
3.2 Menetapkan masalah Kesehatan Lingkungan yang perlu diintervensi dari aspek pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat.
3.3 Merencanakan bentuk intervensi terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang kesehatan lingkungan.
3.4 Melaksanakan intervensi terhadap pengetahuan,sikap dan perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan kaidah kesehatan lingkungan.
3.5 Mengevaluasi hasil intervensi.

Peran IV : Peneliti Kesehatan Lingkungan
Fungsi :
4.1 Menetukan masalah Kesehatan Lingkungan
4.2 Melaksanakan penelitian teknologi tepat guna bidang kesehatan lingkungan.

3. Kompetensi Lulusan : 46 Kompetensi
1 Melakukan pemeriksaan fisik Air dan Air limbah (Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa )
2 Melakukan pemeriksaan kualitas kimia Air dan Air limbah (Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa )
3 Melakukan pemeriksaan kualitas mikobilogis Air dan Air limbah (Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa)
4 Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi udara (mengukur dan menganalisa )
5 Melakukan pemeriksaan kualitas kimia udara (Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa )
6 Melakukan pemeriksaan kualitas mikobilogis udara (Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa )
7 Melakukan pemeriksaan kualitas fisik Tanah (Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa )
8 Melakukan pemeriksaan kualitas kimia Tanah (Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa )
9 Melakukan pemeriksaan kualitas Mikrobiologi dan Parasitologi tanah dan limbah padat ( Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa )
10 Melakukan pemeriksaan kualitas fisik makanan dan minuman ( Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa )
11 Melakukan pemeriksaan kualitas kimia makanan dan minuman ( Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa )
12 Melakukan pemeriksaan kualitas Mikrobiologi dan Parasitologi makanan dan minuman (Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa)
13 Melakukan pemeriksaan kualitas Mikrobiologi dan Parasitologi sampel usap alat makanan minuman dan rectum (Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa)
14 Melakukan survey vektor dan binatang penggangu (Pemetaan wilayah, penentuan breeding places, menangkap, memeriksa, mengukur kepadatan dan menganalisis)
15 Melakukan pengukuran kuantitas ( debit ) air dan air limbah
16 Mengidentifikasi makro dan mikro bentos dibadan air
17 Melakukan Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan
18 Melakukan pemeriksaan sampel toksikan dan sampel biomonitoring (Mengambil, mengirim, memeriksa dan menganalisa)
19 Menganalisi program Hygiene Industri, kesehatan dan keselamatan kerja
20 Mengelolah peralatan pengolahan sampah (merancang, mengopersikan, dan memelihara )
21 Mengoperasikan alat pemboran air tanah
22 Melakukan pemboran air tanah untuk pembangunan sarana air bersih
23 Mengelola alat-alat pendugaan air tanah (mengoperasikan dan memelihara)
24 Mengkalibrasi dan memelihara peralatan pengujian
25 Mengelola (mengopersikan dan memelihara) alat-alat aplikasi pengendalian vektor ( fisik, kimia dan biologi )
26 Mengelola alat-alat pengambilan sampel udara (mengoperasikan dan memelihara )
27 Melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan ( komunikasi )
28 Mengawasi sanitasi pengelolaan linen
29 Melakukan pengelolaan limbah padat sesuai jenisnya
30 Melakukan pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu (fisik, kimia dan biologi
31 Melakukan pengelolaan limbah tinja
32 Mengawasi sanitasi pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Bercun (B 3 )
33 Melakukan Surveilance penyakit berbasis lingkungan
34 Berwirausaha dibidang Kesehatan Lingkungan
35 Melakukan pemberdayaan masyarakat dalam bidang Kesehatan Lingkungan
36 Menilai kondisi kesehatn perumahan ( kepadatan hunian, lantai, dinding, atap, ventilasi, jendela,dan penataan ruangan / bangunan)
37 Menerapkan prinsip sanitasi pengelolaan makanan
38 Menerapakan HACCP (Hazard Análisis Critycal Control Point) dalam pengelolaan makanan
39 Mengawasi sanitasi Tempat – Tempat Umum (hotel, RS, Kolam renang, dll ) Pariwisata dan sarana transportasi (darat, laut dan udara )
40 Melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan Kesehatan Lingkungan
41 Melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan Kesehatan Lingkungan
42 Merancang peralatan pengendalian kualitas Kesehatan Lingkungan dengan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan (air, sampah, tinja udara, vektor dan binatang pengganggu)
43 Melakukan intervensi teknis administrasi sesuai hasil analisa sampel air, tanah, udara, limbah makanan, minuman, vektor dan binatang pengganggu
44 Melakukan intervensi teknis sesuai hasil analisa sampel air, tanah, udara, limbah makanan, minuman, Vektor dan Binatang Pengganggu
45 Melakuakan intervensi sosial sesuai hasil analisa sampel air, tanah, udara, limbah makanan, minuman, Vektor dan Binatang Pengganggu
46 Mengelola Klinik Sanitasi

D. Program Unggulan
1. Pengendalian & pemberantasan vektor penular penyakit
2. Penyediaan Air bersih, pengelolaan dan inspeksi sanitasi air
3. Pemamtauan Pencemaran Air
4. Pengendalian vektor secara kimia dan biologis


A. Latar belakang

Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang merupakan salah satu institusi milik Kementerian Kesehatan RI yang tergabung di dalam Lembaga Pendidikan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang, merupakan suatu lembaga Pendidikan Tinggi jenjang diploma III bidang kesehatan. Institusi ini bertujuan untuk menghasilkan tenaga kesehatan lingkungan yang non keperawatan, dengan titik focus kegiatan utama adalah : tindakan preventif-promotif. Jurusan kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang sampai dengan saat ini telah menghasilkan XV angkatan sejak Tahun 1995/1996. Jumlah seluruh lulusan ± 562 mahasiswa kesling yang tersebar pada berbagai instansi baik pemerintah (PNS) maupun swasta .

B. Sejarah Jurusan Kesehatan Lingkungan

Jurusan Kesehatan Lingkungan merupakan salah satu jurusan dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang yang didirikan melalui SK Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI pada tahun 2001.

Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang adalah lembaga pendidikan tenaga kesehatan yang memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi ahli madya dalam bidang kesehatan lingkungan yang berjiwa nasional, profesional dan menjunjung etika profesi kesehatan lingkungan.

Cikal bakal berdirinya Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang dimulai dengan dibukanya Sekolah Pembantu Penilik Hygiene (SPPH) pada tahun 1985 sampai tahun 1987 yang meluluskan tiga angkatan.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan kebutuhan masyarakat, pada tahun 1993 SPPH dibuka kembali dan meluluskan dua angkatan yaitu pada tahun 1994 dan 1995. Mengingat semakin bertambahnya kebutuhan akan tenaga di bidang kesehatan lingkungan maka melalui Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan RI Propinsi NTT Nomor 13.521/Q53.DL.02.01.08/VIII/1995 tertanggal 21 Agustus 1995 maka dibuka Akademi Kesehatan Terpadu yang terdiri dari Jurusan Keperawatan dan Jurusan Kesehatan Lingkungan dan sampai dengan tahun 2000 Akademi Kesehatan Lingkungan Kupang telah meuluskan 171 mahasiswa.

Pada tahun 2001, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan Menteri Kesejahteraan Sosial RI Nomor 298/MENKES-KESOS RI/SK/IV/2001 tentang Organisasi dan Tata Kelola Politeknik Kesehatan maka terbentuklah Politeknik Kesehatan Kupang yang terdiri dari Jurusan Kesehatan Lingkungan, Jurusan Keperawatan dan Jurusan Kebidanan ditambah dengan program studi Keperawatan Waingapu dan Program Studi Keperawatan Ende.

Sampai dengan tahun 2010 Jurusan Kesehatan Lingkungan Polteknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang telah meluluskan 562 orang. Dari jumlah tersebut alumni Jurusan Kesehatan Lingkungan telah menyebar di berbagai Kabupaten dan Kota di Propinsi NTT dan sebagian besar telah bekerja pada instansi pemerintah, swasta dan LSM.

C. Dasar Hukum Penyelenggaraan Pendidikan

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 No.78, tambahan Lembaran Negara Nomor 4301).
  2. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2010 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 2010 N0. 144, Tambahan Lembaran Negara No. 5063).
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 Tentang Pendidikan Tinggi.
  4. Peraturan pemerintah RI Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 No. 49, Tambahan Lembaran Negara No. 3637 ).
  5. Surat Keputusan Mendiknas Nomor : 232/U/2000 Tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.

D. Dasar Pemikiran Program Pendidikan Kesehatan Lingkungan

Sistem Kesehatan Nasional menekankan, bahwa derajat kesehatan merupakan hasil interaksi dari empat faktor yang meliputi : faktor Lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Dari keempat faktor tersebut faktor Lingkungan dan faktor perilaku mempunyai peran yang paling besar. Sistem pendidikan tenaga kesehatan lingkungan merupakan bagian yang terkait dalam pengembangan dinamis yang mendukung upaya pembangunan kesehatan dalam Sistem Kesehatan Nasional.

Kegiatan Pendidikan kesehatan Lingkungan diselenggarakan untuk menciptakan kualitas lingkungan yang sehat dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Epidemiologi merupakan pendekatan utama di dalam penyelenggaraan kegiatan kesehatan lingkungan yang meliputi : monitoring termasuk deteksi lingkungan , penyelidikan dan perbaikan terhadap lingkungan. Institusi penyelenggara pendidikan kesling harus menghasilkan tenaga yang professional dan mampu mendeteksi mutu lingkungan , iventarisasi lingkungan, lingkungan TTU, pemukiman, perusahaan tempat kerja, dan lain-lain.

Mendeteksi Lingkungan termasuk: mampu mengukur, menggunakan alat ukur, membaca hasil dan menarik kesimpulan. Kegiatan ini dilakukan secara berkala, sebagai inspeksi sanitasi lingkungan. Memperbaiki lingkungan merupakan kegiatan yang bersifat teknik atau rekayasa lingkungan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat. Konsekuensi logis dari kebijaksanaan tersebut diperlukan program pendidikan jalur akademik dan professional dalam berbagai jenjang pendidikan. Pengembangan tenaga Kesehatan Lingkungan dilaksanakan melalui Pendidikan Program Diploma III Kesehatan Lingkungan.

V i s i ( Vission)

Mewujudkan tenaga kesehatan lingkungan yang profesional, handal , dan bermoral dalam bidang kesehatan lingkungan dengan fokus pada upaya preventif dan promotif berbasis lingkungan, unggul di indonesia timur untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat.

M i s i (Mission)

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi tenaga kesehatan lingkungan.
  2. Menghasilkan tenaga profesional setingkat ahli madya yang menguasai iptek di bidang kesehatan lingkungan .
  3. Menghasilkan tenaga kesehatan yang mampu memecahkan masalah kesehatan lingkungan, melalui upaya-upaya preventif dan promotif.
  4. Menghasilkan tenaga kesehatan yang mampu merencanakan dan melaksanakan pelayanan kesehatan lingkungan bagi masyarakat.
  5. Mengembangkan pendidikan tinggi kesehatan menjadi mitra kerja masyarakat agar masyarakat mampu secara mandiri menjaga kesehatan lingkungannya
  6. Melaksanakan tri dharma perguruan tinggi sesuai dengan visi pendidikan kesehatan lingkungan.
  7. Mengembangkan program pendidikan kesehatan lingkungan yang berkelanjutan.

MOTTO JURUSAN

”KESEHATAN LINGKUNGAN PILAR UTAMA KESEHATAN MASYARAKAT, LINGKUNGAN SEHAT MASYARAKAT SEJAHTERA”

JANJI JURUSAN

  1. Meningkatkan mutu pelayanan terhadap mahasiswa baik PBM, bimbingan terhadap mahasiswa, dan ekstra kurikuler.
  2. Tepat waktu dalam pelayanan.
  3. Bahu membahu antara mahasiswa dan dosen dalam mencapai tujuan dalam setiap kegiatan.
  4. Pengabdian pada masyarakat dan penelitian bidang kesehatan lingkungan.
  5. Penuh Dedikasi, Melayani dengan hati dan senyum yang tulus .

(Bagian 1)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.